Loading...

Tips Memilih Reksadana Yang Tepat

In: Article

Saat ini terdapat banyak jenis investasi yang dapat dilakukan oleh calon investor. Baik di sektor riil maupun di sektor keuangan dan pasar modal. Salah satu alat investasi yang saat ini mulai populer adalah Reksa Dana. Permasalahannya adalah, saat ini terdapat banyak sekali jenis dan macam dari Reksa Dana itu sendiri. Nah berikut adalah cara yang bisa Anda gunakan untuk memilih sebuah perusahaan reksa dana, atau bahkan jenis reksa dana yang sebaiknya Anda pilih. Berdasarkan jenisnya, RD terbagi dalam beberapa macam, diantaranya:

  1. RD Saham
  2. RD Pendapatan Tetap
  3. RD Campuran
  4. RD Pasar Uang

Berdasarkan tingkat risikonya, maka dibawah ini adalah urut-urutan reksa dana tersebut dari yang paling berisiko sampai yang risikonya paling rendah. Namun demikian perlu diketahui bahwa semakin besar risikonya, biasanya potensi keuntungan yang akan Anda dapatkan juga akan semakin besar. Yakni:

  1. RD Saham
  2. RD Campuran
  3. RD Pendapatan Tetap
  4. RD Pasar Uang

Sebelum anda memilih di antara keempat reksa dana tersebut, sebaiknya tetapkan dulu tujuan Anda. Tetapkanlah untuk apa investasi itu Anda lakukan. Sebagai contoh, Anda ingin menabung (melakukan investasi) ke dalam RD untuk persiapan masa pensiun Anda yang masih 20 tahun lagi. Dari situ dapat diketahui bahwa Anda akan menabung selama 20 tahun. Nah, karena jangka waktu investasi Anda cukup panjang, maka tidak apa-apa Anda melakukan investasi ke dalam Reksa Dana yang berisiko sekalipun. Ini karena Anda toh tidak akan memakai uang Anda selama jangka waktu 20 tahun itu kan? Jadi kalaupun nilai Reksa Dana Anda turun pada tahun ke-7 misalnya, Anda toh tetap baru akan memakai uangnya pada tahun ke-20. Dan saham,walaupun nilainya turun naik, secara jangka panjang umumnya menunjukkan trend yang menaik. Sebaliknya, bila Anda berinvestasi untuk jangka pendek, katakan hanya selama 2 tahun saja, maka akan terlalu berisiko kalau Anda melakukan investasi ke dalam RD Saham. Anda mungkin bisa memilih RD yang risikonya lebih rendah, tetapi lebih pasti dalam memberikan keuntungan, walaupun potensi keuntungan itu biasanya tidak sebesar potensi keuntungan seperti dalam RD Saham.
Jadi, lihat dulu jangka waktu investasi Anda sebelum Anda memilih RD. Karena itu, saya berikan panduan mengenai RD mana yang sebaiknya Anda beli sesuai dengan jangka waktu investasi Anda. Jangka Waktu Investasi Jenis Reksa Dana:

  • Diatas 10 tahun sebaiknya pilih RD Saham
  • Diatas 3 s/d 10 tahun sebaiknya pilih RD Campuran
  • Diatas 1 s/d 3 tahun sebaiknya RD Pendapatan Tetap
  • Sampai dengan 1 tahun sebaiknya RD Pasar Uang

Berapa potensi keuntungan yang bisa didapatkan masing-masing Reksa Dana? Perlu diingat sekali lagi bahwa Reksa Dana adalah sebuah cara berinvestasi. Kalau Anda berinvestasi pada RD Saham misalnya, sama saja dengan kalau Anda membeli saham secara langsung. Bedanya, pada RD Saham pemilihan saham Anda dilakukan oleh Manajer Investasi Anda. Jadi disini, Reksa Dana adalah sebuah cara berinvestasi di mana ada potensi untung dan rugi. Namun demikian, saya percaya bahwa masing-masing RD tersebut bisa memberikan potensi keuntungannya masing-masing. Untuk RD Saham, saya percaya bahwa dalam jangka panjang (diatas 10 tahun), secara ratarata RD Saham bisa memberikan hasil sebesar 30% per tahun. Untuk RD Campuran adalah 25% per tahun. Untuk RD Pendapatan Tetap adalah 20% per tahun. Dan untuk RD Pasar Uang adalah 15% per tahun. Sekali lagi angka tersebut BUKAN JAMINAN bahwa RD Anda pasti bisa memberikan hasil sebesar itu. Ini karenanya semuanya sangat bergantung pada pemilihan produk investasi yang dilakukan Manajer Investasi. Jadi, angka sebesar itu adalah kemungkinan keuntungan yang bisa Anda dapatkan. Reksa Dana sama seperti investasi lain yang juga memiliki kemungkinan rugi juga. Jadi ada kemungkinan Anda tidak akan mendapatkan hasil sebesar 30% per tahun
(untuk RD Saham), misalnya.

Sekarang tentang memilih perusahaan RD. Ada banyak faktor teknis yang sangat membingungkan kalau kita bicarakan itu disini. Namun demikian, kalau Anda mau praktis, kenapa Anda tidak coba memiliki tiga produk RD dari tiga perusahaan RD yang berbeda. Tidak usah banyak- banyak. Mungkin sekitar Rp 100 ribu s/d 500 ribu saja dulu untuk masing-masing produk RD. Nanti setelah setahun atau dua tahun Anda bisa mengevaluasi kinerja dari ketiga RD tersebut.

Sekali lagi, menurut peraturan, harta dari Reksa Dana tidak boleh dijadikan satu dengan harta Manajer Investasi (perusahaan RD). Harta RD harus disimpan secara terpisah pada sebuah tempat khusus yang dinamakan lembaga/bank kustodian. Jadi kalau Manajer Investasi Anda bangkrut (karena kurang
pemasukan dari komisi misalnya), harta RD Anda tidak akan terpengaruh.

Selamat berinvestasi dan semoga anda beruntung.
Hormat kami,
PT Henan Putihrai Asset management

Sumber: https://reksadana.ojk.go.id/Public/EdukasiPublicView.aspx?id=30063

By: admin
Leave a Reply
Back to top

Share Page

Close